ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Kemajuan Sains Abad Pertengahan

Kemajuan Sains Abad Pertengahan


“Sejarah sering berbeda dengan apa yang tertulis dan sejarah yang tertulis kadang tidak menampakkan apa yang benar-benar terjadi.”

Ungkapan di atas sangat cocok digunakan untuk menggambarkan sejarah kebesaran umat Islam pada abad pertengahan, sekarang banyak beredar buku-buku karangan barat yang  menggambarkan abad pertengahan sebagai abad kegelapan, ilmu pengetahuan tidak berkembang karena di kekang oleh gereja, atau di sebut juga abad ke bodohan. Pikiran-pikiran tersebut telah menutupi kejayaan dan kegemilangan peradaban Islam yang pernah besar di Andalusia, Bangdad dan Mesir.

Abad pertengahan merupakan abad di mana umat Islam berkuasa baik itu pemerintahan maupun ilmu pengetahuan, sebaliknya dengan Eropa yang menganggap abad ini merupakan abad yang sia-sia penuh dengan kemiskinan dan kelaparan. Pada abad pertengahan umat Islam melahirkan tokoh-tokoh ilmuan Islam baik di bidang ilmu agama maupun ilmu pengetahuan sains seperti Imam Syafi’i, Maliki, Hanafi,dan Hambali merupakan ahli fikah yang menjadi mazhab muslim di seluruh penjuru dunia.

Begitu juga di bidang sains lahir tokoh-tokoh seperti  Rezes (Ar Razi), Almanon (Al-makmun), Alhezen (Al-Hasan alhaytsam), Avicenna ( ibnu sina), Al khawarizmi, Al- kindi, dan (Averous) Ibnu Rushd.

Tokoh-tokoh tersebut belajar dengan merujuk pada Al-Quran dan alam sehingga ketika air menjadi kebutuhan pokok umat manusia, tokoh-tokoh muslim Andalusia memperkenalkan sistem irigasi aflai dan kincir air noria. Ketika kebersihan menjadi bagian dari iman maka ilmuan muslim Al-Razy  yang di kenal di Eropa sekarang dengan nama Razes menciptakan sabun batangan, dan memproduksinya untuk keperluan umat Islam, pada abad sembilan orang-orang muslim sudah mandi dan mencuci pakaian dengan sabun.

Sebaliknya dengan raja-raja dan bangsawan Eropa yang masih menggunakan air seni untuk mandi dan mencuci pakaian. Kemudian penemuan lainnya adalah parfum yang ditemukan oleh Al Kindi pada tahun 801 M. Ia menemukan berbagai jenis bau wangi-wangian sehingga beliau di sebut sebagai bapak industri peparfuman di jazirah Arab.

Selain Al Kindi, ada pula Jabir Ibnu Hayyam juga mengembangkan metode-metode pembuatan parfum, juga seorang ahli dalam ilmu kedokteran Ibnu Sina juga menemukan metode ekstraksi bau-bauan sehingga melahirkan minyak yang di gunakan untuk terapi pengobatan yang pertama, dan menuliskannya dalam kitab Al kanun.

Akan tetapi penemuan ini tidak di sebutkan dalam buku-buku sejarah. Sangatlah ironis penemuan abad pertengahan di loncati begitu saja. Dan bukan hanya itu saja karya-karya  para ilmuan Islam abad pertengahan tapi banyak lagi yang di sembunyikan oleh dunia barat, untuk menojolkan keperkasaan barat pada orang-orang Islam.

ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Tips Berpikir Seperti FERGUSO

BECANDA DOANG FERGUSO!!! :v …..:v SEKALI-KALI BECANDA FERGUSO!
ahmadhidayat.com
1 sec read

Berterimakasihlah kepada Ramadan!

TIDAK terbayang hidup di Indonesia. Sejak kecil kita disuguhkan berbagai keindahan pesona alam Indonesia. Keindahan alamnya seolah menjadi candu bagi para turis asing untuk...
ahmadhidayat.com
1 min read

Pemuda Harapan Bangsa

Gambar: Republika.co.id Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan nya, begitulah kata – kata yang sangat membuat hati tenang, damai, aman...
ahmadhidayat.com
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *