ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Mengenal Kelainan Bawaan

Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2013, di seluruh dunia kira-kira 1 dari 33 bayi mengidap kelainan bawaan. Artinya setiap tahun sekitar 3,2 juta anak menderita cacat akibat kelainan bawaan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang kemudian timbul adalah apakah kelainan bawaan itu, apa penyebabya, dan yang paling penting, langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?
Menurut defenisi WHO, kelainan bawaan (congenital anomalies) adalah kelainan struktural atau fungsional, termasuk gangguan metabolik, yang sudah dimiliki bayi sejak ia lahir atau dalam kandungan. Contohnya antara lain adalah down syndrome, thalasemia, dan kelainan jantung bawaan.
Jika ditanya apakah penyebab pasti kelainan bawaan pada bayi, akan sulit bagi penulis untuk mejawabnya karena sekitar 50% kasus kelainan bawaan tidak dapat ditentukan penyebabnya secara spesifik. Sebagian besar bayi yang lahir dengan kelainan bawaan, orang tuanya tidak memiliki masalah kesehatan maupun faktor resiko.
Seorang ibu hamil yang telah mengikuti semua nasihat bidan atau dokter kandungan tetap berpeluang melahirkan bayi dengan kelainan bawaan. Meski demikian, ada beberapa penyebab dan faktor resiko yang dapat dikaitkan dengan kelainan bawaan, yaitu :
1. Faktor Sosioekonomi
Faktor ini sebenarnya bukanlah penebab langsung, namun faktanya kelainan bawaan lebih sering terjadi pada keluarga atau masyarakat yang sumber dayanya terbatas. 
Diperkirakan sekitar 94% kelainan bawaan berat terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah sampai sedang, di mana para ibu rentan terhadap masalah gizi dan lebih banyak terpapar bahan atau faktor yang mengganggu perkembangan janin, khususnya akibat infeksi dan alkohol.
Usia lanjut pada ibu hamil juga meningkatkan resiko kelainan kromosom tertentu, misalnya syndroma down.
2. Faktor Genetik
Consanguity (hubungan darah/pernikahan sedarah) meningkatkan angka kelainan genetik bawaan dan resiko kematian pada bayi dan anak, gangguan intelektual dan kelainan bawaan berat. Pernikahan antara dua orang yang masih berkerabat dekat memang memiliki resiko 1,7-2,8% memiliki keturunan yang menagalami kelainan genetik. Hal ini disebabkan karena dua orang yang masih berkerabat dekat/hubungan darah biasanya juga memiliki kelainan genetik yang hampir sama.
Bila ayah dan ibu memiliki kelainan genetik yang sama, anak mereka kemungkinan akan menderita kelainan. Ayah dan ibutampak sehat karena hanya merupakan pembawa sifat (carrier) saja.
Sebuah laporan dari BBC menyebutkan bahwa perkawinan anatara mereka yang memiliki hubungan darah (secara khusus disebutkan antara sepupu generasi pertama) berpeluang 13 kali lebih besar daripada populasi umum untuk memiliki keturunan yang mengalami kelainan genetik, meninggal saat baru lahir, atau mengalami cacat yang serius.
3. Infeksi
Infeksi maternal seperti sifilis dan rubella merupakan penyebab kelainan bawaan yang berat di negara-negara berpenghasilan rendah atau sedang. Penyebabnya tingkat pengetahuan dan pendidikan, higiene/kebersihan perorangan, kebersihan lingkunagn, cakupan imunisasi, deteksi/diagnosa dini serta pengobatan penyakit infeksi di negara maju lebih baik dibandingkan negara-negara miskin. Meski tidak semua, ada beberapa penyakit infeksi yang dapat dicegah, misalnya dengan imunisasi.
4. Status Gizi Ibu

Defisiensi iodin, kurangnya asupan asam folat, overweight, atau kelainan seperti diabetes militus juga dikaitkan dengan beberapa kelainan bawaan. Sebagai contoh, kekuranagn asam folat dapat meningkatkan resiko bayi menderita kelainan syaraf; Ibu hamil yang kekurangan zat sing (zinc) juga berisiko tinggi melahirkan bayi bertahan tubuh lemah sehingga sangat mudah terserang berbagai penyakit.
5. Faktor lingkungan
Terpaparnya ibu hamil pada pestisida, obat-obatan tertentu, alkohol, vitamin A dosis tinggi selama hamil muda, dan radiasi dosis tinggi akan meningkatkan resiko melahirkan bayi dengan kelainan bawaan. Bekerja atau tinggal di tempat pembuangan limbah atau pertambangan juga merupakan faktor risiko.*
ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Tips Berpikir Seperti FERGUSO

BECANDA DOANG FERGUSO!!! :v …..:v SEKALI-KALI BECANDA FERGUSO!
ahmadhidayat.com
1 sec read

Berterimakasihlah kepada Ramadan!

TIDAK terbayang hidup di Indonesia. Sejak kecil kita disuguhkan berbagai keindahan pesona alam Indonesia. Keindahan alamnya seolah menjadi candu bagi para turis asing untuk...
ahmadhidayat.com
1 min read

Kemajuan Sains Abad Pertengahan

“Sejarah sering berbeda dengan apa yang tertulis dan sejarah yang tertulis kadang tidak menampakkan apa yang benar-benar terjadi.” Ungkapan di atas sangat cocok digunakan...
ahmadhidayat.com
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *