ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Mikroorganisme Patogen

Di artikel sebelumnya aku telah menulis tentang pentingnya mempelajari mikrobiologi untuk kehidupan kita. Sekarang aku akan membagikan artikel terkait dengan mikroorganisme patogen sebagai pengantar untuk lebih paham akan dunia jasad renik. 
Pada dasarnya dari seluruh mikroorganisme yang ada di alam, hanya sebagian kecil saja yang merupakan patogen. Patogen adalah organise atau mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada organisme lain. Kemampuan patogen untuk menyebabkan penyakit disebut dengan patogenitas.
Mengingat artikel sebelumnya bahwa mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan, di segala lingkungan hidup manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik, dan atmosfer (udara) serta makanan dan minuman.
Beberapa hal mikroorganisme dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia lalu tinggal menetap dalam tubuh atau hanya bertempat tinggal sementara. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi lainnya dapat pula menimbulkan penyakit pada manusia.
Mikroorganisme yang secara tetap terdapat pada permukaan tubuh yang bersifat komensal. Pertumbuhan pada bagian tubh tertentu bergantung pada faktor-faktor biologis seperti suhu, kelembapan dan tidak adanya nutrisi tertentu seperti zat-zat peghambat. Keberadaan flora tersebut tidak mutlak dibutuhkan untuk kehidupan karena hewan yang dibebaskan (steril) dari flora tersebut, tetap bisa hidup. 
Flora yang hidup dibagian tubuh manusia tertentu pada manusia mempunyai peran penting dalam mempertahankan kesehatan dan hidup secara normal. Beberapa anggota flora tetap di saluran pencernaan menyintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan.
Flora yang menetap di selaput lendir (mukosa) dan kulit dapat mencegah kolonialisasi oleh bakteri patogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bakteri. Mekanisme gangguan ini tidak jelas. Mungkin melalui kompetisi pada reseptor atau tempat pengikatan pada sel penjamu, kompetisi untuk zat makanan , penghambatan oleh produk metabolik atau racun, penghambatan oleh zat antibiotik atau bakteriosin. Sepresi flora normal akan menimbulkan tempat kosong yang cenderung akan ditempati oleh mikroorganisme dari lingkungan atau tempat lain pada tubuh.
Beberapa bakteri bersifat oportunis dan bisa menjadi patogen. Selain itu, diperkirakan bahwa stimulasi antigenik dilepaskan oleh flora adalah penting untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh normal.
Sebaliknya, flora normal juga dapat menimbulkan penyakit pada kondisi tertentu. Berbagai organisme ini tidak bisa tembus karena hambatan-hambatan yang diperankan oleh lingkungan. Jika hambatan dari lingkungan dihilangkan dan masuk ke dalam aliran darah atau jaringan, organisme ini mungkin akan menjadi patogen.
Misalnya saja bakteri stapylococcus yang biasanya hadir dipermukaan kulit manusia. Namun ketika ada celah untuk masuk kejaringan seperti pada wajah manusia yakni jerawat maka secara gampang ia akan masuk dan menginfeksi jaringan tersebut. Padahal jika berada di permukaan tubuh masih bersifat flora normal dan anpatogen.
Sebenarnya masih banyak genus dari spesies bakteri yang sifatnya flora normal tapi mengancam tubuh manusia. Semua itu akan kubahas dalam artikel berikutnya. Maka dari itu, silahkan telusuri dalam blog ini. *
ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Tips Berpikir Seperti FERGUSO

BECANDA DOANG FERGUSO!!! :v …..:v SEKALI-KALI BECANDA FERGUSO!
ahmadhidayat.com
1 sec read

Berterimakasihlah kepada Ramadan!

TIDAK terbayang hidup di Indonesia. Sejak kecil kita disuguhkan berbagai keindahan pesona alam Indonesia. Keindahan alamnya seolah menjadi candu bagi para turis asing untuk...
ahmadhidayat.com
1 min read

Kemajuan Sains Abad Pertengahan

“Sejarah sering berbeda dengan apa yang tertulis dan sejarah yang tertulis kadang tidak menampakkan apa yang benar-benar terjadi.” Ungkapan di atas sangat cocok digunakan...
ahmadhidayat.com
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *