ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Tolong! Jangan Hina Para Jomblo.

Jomblo.

Istilah Jomblo benar-benar sudah menjadi kata yang amat populer, terutama di kalangan para pemuda. Kata jomblo ini bukanlah kata baku, sebab kamu tidak akan menemukannya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ia adalah istilah anak muda untuk melabeli seseorang yang tidak sedang menjalani hubungan khusus dengan lawan jenis. Pun demikian, istilah jomblo juga kerap menggantikan istilah “lajang” (dalam bahasa Inggris disebut single) yang biasanya diberikan kepada seorang dewasa yang membujang/menggadis alias sendirian (dan kesepian?).

Apapun itu, mau disebut jomblo/lajang/single atau apapun, mereka dengan gelar tersebut kerap menjadi bahan “Olok-olok” oleh orang sekitarnya. Istilah jomblo juga berhasil menjelma menjadi konten marketing banyaknya media anak muda sekarang, sebut saja si tokoh fiksi fenomenal seperti Si Juki atau komedian seperti Raditya Dika.

Terus maksudnya apa sampai bawa-bawa nama tokoh favorit gue! Santai temans, saya pribadi juga penggemar Si Juki. Maksudnya orientasi ini adalah saya ingin berbagi sebuah renungan. Buat kamu yang sering membully para jomblo bertaubatlah! Setidaknya ini lho 6 alasan mengapa kamu harus berhenti membully jomblo. Yuk simak.

Para jomblo memiliki Me-Time yang lebih banyak daripada yang berpasangan

Tidak bisa dibantah, nyatanya mereka yang disebut jomblo memiliki me-time alias waktu untuk sendiri yang lebih banyak daripada mereka yang berpasangan. Ketersediaan waktu yang banyak tersebut memberi mereka peluang untuk melakukan banyak hal. Tentu saja dengan begitu, mereka bisa lebih banyak melakukan pencapaian, minimal untuk merenungi dan mengevaluasi diri mereka sendiri dibanding dengan orang lain.

Tidak banyak hal yang mesti mereka pikirkan

Namanya juga jomblo, pikiran mereka sering lebih fresh karena tidak banyak hal yang membebani mereka. Para jomblo juga sering tampak bugar (karena doyan makan?). Faktanya pikiran yang penuh dapat mempengaruhi perasaan dan bisa melebar pada kondisi tubuh. Orang yang banyak pikiran, pun tidak bekerja keras, akan tampak kurus, mikir kan juga butuh energi. Untuk para jomblo, mereka tidak perlu memikirkan yang rumit. Cukup memikirkan diri mereka sendiri dan keluarga.

Mereka bisa dengan mudah melakukan penghematan

Bertahun-tahun saya mengamati teman-teman yang sudah memiliki pasangan (baik itu pasangan halal lewat pernikahan maupun pasangan tidak halal seperti pacaran). Faktanya, orang-orang yang memiliki pasangan akan lebih boros dibanding para jomblo. Apakah itu asumsi belaka? Hmm, coba deh perhatikan para jomblo, mereka tidak ambil pusing dengan fashion yang biasa sebab mau bergaya buat siapa.

Penggunaan pulsa pun tidak banyak sebab mau telpon siapa? Kalau hang-out sama temen keluar ya gak bakal ngabisin banyak duit karena cukup mikirin diri sendiri. Besarnya gengsi itu berbanding lurus dengan besarnya uang yang harus dikeluarkan. Maksud saya, kita bisa menyimpulkan bahwa para jomblo adalah pribadi yang sederhana dan rendah hati. Setujukah?

Tidak ada beban untuk melakukan apa yang mereka suka

Jomblo bisa melakukan banyak hal karena tidak ada beban besar yang menghalangi mereka. Mereka pribadi yang easy going. Kakinya mudah melangkah ke mana pun angin menunjukkan arah. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka suka karena tidak ada orang yang melarang. Ke mana-mana, asalkan suka, tiada orang yang melarang. Hati senang walaupun tak punya uang. (dikutip dari syair lagu Bujangan)

Mereka memiliki kesabaran di atas rata-rata

Ingatkah kamu, Baginda Rasulullah S.A.W pernah bilang kalau ada pemuda yang sudah pantas untuk menikah namun keadaan tidak mengizinkan, solusinya adalah si pemuda/pemudi harus banyak berpuasa. Dengan puasa maka ia akan bisa menjaga diri dari hawa nafsu.

Dengan berpuasa ia akan bisa mengendalikan emosinya, contohnya ketika teman suka nyiyir nanya “kapan nikah?”, entahlah itu niatnya apa, tapi setiap kali ditanyakan itu rasanya sudah pasti nyesek pakai banget. Dunia ini kerap kejam seakan jomblo terlahir untuk di-bully padahal orang-orang tidak tahu banyak jomblo yang memilih jalan “sendirian” karena prinsip (bukan karena tidak laku lho ya). Intinya, para jomblo adalah orang yang memiliki kesabaran yang lebih daripada orang kebanyakan. Mereka sabar menerima olokan, mereka sabar menanti jodoh yang telah Allah tuliskan namanya di Lauh Mahfudz. Kurang sabar apa lagi coba?

Mereka terjaga dari dosa dan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan mereka

Semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang disayang oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Ia Sang Pemilik Hati, seketika kapanpun Ia mau, ia bisa membolak-balikkan hati manusia. Kalau Allah sudah berkata “Kun” maka apa yang menurut nalar manusia mustahil bisa terjadi akan terjadi. Menjadi jomblo adalah pilihan, kamu bisa menjadi jomblo yang berprinsip atau jomblo karena nasib. Jomblo karena prinsip tentu jauh lebih baik. Di kehidupan ini banyak orang yang suka merendahkan para jomblo, tapi tidakkah mereka pernah mencoba berpikir bahwa status jomblo seseorang itu bisa membuat mereka terjaga dari dosa. Jomblo lebih mulia daripada berpacaran sebelum pernikahan!

Kita kerap menertawakan teman yang masih tenggelam dalam kesepian di kesendiriannya, tapi tahukah kita apa yang mereka lakukan di saat sepi? Mungkin saja mereka sering menangis, tapi tahukah kita demi apa air matanya turun? Bolehlah kita membuka kisah-kisah para sufi di masa lampau, bagaimana mereka mengisi kesendiriannya dengan mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Sebagaimana yang saya tuliskan di poin-poin sebelumnya, para jomblo memiliki waktu yang banyak sehingga waktu yang banyak itu bisa ia gunakan untuk beribadah dan melakukan amal-amal kebaikan. Mereka tidak punya beban pikiran lain sehingga bisa khusyuk untuk memikirkan hakikat kehidupannya, bersyukur kepada Tuhannya. Jika ada jomblo yang seperti itu tidak berlebihan rasanya kita katakan bahwa mereka adalah jomblo mulia.

Sejauh ini, bahkan hingga akhir tulisan ini, agak terkesan tendensius begitu ya. Atau jangan-jangan penulis adalah jomblo? Yap, benar, saya jomblo. Jadi teringat sebuah lagu “I’m single and very happy”. 

Tulisan ini dibuat bukan hanya untuk membela kaum jomblo tapi juga sebagai penghibur bagi kamu di mana saja berada. Berbahagialah, kamu yang jomblo karena menjaga diri dari dosa. Tidak perlu ambil pusing apa kata orang.

Pandangan Allah jauh lebih baik daripada pandangan manusia. Buat yang sudah tidak jomblo, dengan adanya artikel 6 alasan mengapa kamu harus berhenti membully jomblo ini, semoga kamu tersadar bahwa jomblo ada bukan untuk disakiti atau dikasihani, karena jomblo juga manusia punya rasa punya hati. Salam untuk semua Jombloers!

ahmadhidayat.com Ahmad loves to write. A rare talkative person whose love writing the most. Immunology enthusiast.

Sejatinya Cinta

Sejatinya cinta, ia datang dari sebuah kejujuran. Cinta yang muncul dari keterbukaan dan sifat saling percaya serta saling melengkapi. Ia bukan sesuatu yang justru...
ahmadhidayat.com
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *